JAKARTA – Meski pasar residensial tahun ini diprediksi masih didominasi rumah-rumah di segmen menengah ke bawah, namun bukan berarti tertutup celah untuk segmen rumah mewah di atas Rp 2 miliar. Yang terpenting, pengembang mampu menawarkan produk hunian yang sesuai selera dan kebutuhan konsumen di segmen ini.
Baca juga: The Sanctuary Siap Luncurkan Cluster Newton Spring Di Sentul
Menurut Andreas Audyanto, COO The Sanctuary Collection, meski ceruknya sangat kecil, namun segmen hunian mewah tetap ada peminatnya. Banyak calon pembeli rumah mewah selama ini menahan diri dan baru memutuskan untuk membeli kalau produk properti tersebut dianggap memiliki nilai tambah yang mereka butuhkan.
“Konsumen bukan tidak mampu beli (rumah mewah), namun pembeli di segmen ini baru mau membeli kalau produk itu dianggap sudah pas dengan keinginan mereka. Jadi konsumen di segmen ini sekarang lebih cerdas, kritis, kalkulatif dan sangat selektif,” ujar dia kepada Industriproperti.com, baru-baru ini.
Oleh karena itu, untuk dapat menarik minat kelompok pasar ini membeli maka pengembang dituntut memberikan sesuatu yang berbeda dan nilai lebih terhadap produk residensialnya. Hal itu dibuktikan The Sanctuary Collection Sentul yang berhasil menjual 160 unit rumah di cluster perdananya dalam waktu hanya enam bulan sejak diluncurkan pada Juli 2020.
Audy, demikian dia akrab disapa menjelaskan bahwa selain konsep yang berbeda, kunci sukses penjualan rumah di The Sanctuary Collection adalah kolaborasi dengan banyak pihak dari mulai konsultan, arsitek, tim marketing in house, agen properti, media massa, serta komunitas masyarakat. Efeknya ternyata cukup besar terhadap penjualan.
Ditambahkan, pandemi menuntut pengembang untuk melihat peluang pasar dari sudut pandang yang lebih banyak. Misalnya bagaimana orang tanpa melihat langsung ke lokasi namun sudah punya minat untuk membeli.
“Maka kami lakukan advokasi dengan sinergitas, dengan kolaborasi melibatkan komunitas, lewat video promosi, media sosial dan sebagainya. Dengan effort lebih tersebut, maka hasilnya pun positif, bahkan banyak penjualan berikutnya justru dari promosi konsumen yang sudah membeli,” papar Audy.
Melihat antusiasme masyarakat yang masih tinggi di saat semua unit cluster perdana sudah terjual habis, The Sanctuary Collection pun berencana meluncurkan cluster kedua, bertajuk Newton Spring pada Februari 2021.
“Cluster kedua ini hadir untuk menjawab minat masyarakat yang tidak mendapat kesempatan memiliki unit di Tanglin Parc yang sudah terjual seluruhnya,”ungkap Audy.
Kembali ke Alam
Kekuatan konsep tetap menjadi strategi pengembang ini untuk mengoptimalkan ceruk pasar di segmen rumah mewah.
Sebagai ikonik resort, Newton Spring hadir dengan mengedepankan nature thematic concept, area hijau yang lebih luas, lokasi di jantung The Sanctuary Collection dan dikelilingi sungai.
Baca juga: Newton Spring Kluster Kedua dari The Sanctuary Collection
Cluster ini akan dilengkapi olympic size swimming pool, dan konsep smart home dengan teknologi yang lebih canggih.
Seperti halnya Tanglin Parc, cluster kedua ini dibangun di atas lahan 3,2 hektar dengan total sebanyak 120 unit. Unit di Newton Spring dipasarkan mulai dari harga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.
Untuk desain uniknya dikerjakan oleh sejumlah konsultan international yang telah memenangkan penghargaan dunia seperti Meinhardt, PDW, Townland, KKS Group, Forefront, Aecom dan DP Architect.
Sementara pengembangan kawasan dengan luas total 25 hektar itu digarap kolaborasi developer internasional, Perennial Real Estate Holdings, Cipta Harmoni Lestari, dan CNQC (Qingjian Realty).
“Newton Spring ini memiliki kelebihan karena suasananya lebih privat, tenang dan ada sungai dangkal yang nanti akan kami treatment lagi sehingga warga tidak perlu jauh-jauh pergi rekreasi, cukup di dekat rumah saja,” jelas Audy. (MRI)
Pelajari lebih lanjut tentang The Sanctuary Collection dengan kunjungi blog atau hubungi WhatsApp kami.